PUISI MENGENANG MAMA DAN BAPAK ^,^

 

Masih Kuingat diruangan terang dengan lampu menyala,
kami mundur dan mereka bersiaga,
monitor bergaris rata,
yang menunjukan Tuhan telah mengambil kembali milik_Nya,

masih ku ingat Jelas meski tahun telah berlalu,
saat sang Jas Putih berkata “ kami sudah berusaha maksimal, yang tabah ya ibu”

tangisku pecah hingga serak bersua,
ibuku diam dan memelukku erat tak biasa,
Ayahku pergi dan meninggalkan kami semua selamanya

Tahun tlah berganti kembali,
dan kemudian, Tuhan Melirik kami lagi

Ditempat yang berbeda, Ibuku diam tak merespon suara  
saudara tertua, tak berhenti melantunkan yasin dimulutnya
aq yang baru datang hanya bisa berkata
“ma, Tunggu anak bungsu mama”

Tapi waktu mengejar kami,
Nafas ibu ku tertahan dengan dada tertekan
jam 12 berdentang, Tuhan pun menggerakkan
Mereka para Tim medis yang terus berjuang ,
dan akhirnya “innalillah” berkumandang ,

aq memejamkan mata
Mengingat kembali 15 tahun sebelumnya,
saat bayang lelaki tinggi besar dengan senyum tipis diwajahnya ,
dan bayang Wanita yang bergerak memasak di dapur miliknya ,
jarang bercengkrama, hanya saling bertegur sapa
sesaat dan jika ada perlunya ,
 
kondisi keluarga,
yang seandainya bisa kami ubah,
setelah mlihat masa depan yang resah ,
menjadikan kami keluarga,
yang lebih baik dan bahagia,

ku buka kembali mataku,
ku ikrarkan dalam hatiku yang kabut membiru,

pa, ma
tak apa,
kami baik baik saja,
kami bertiga akan terus saling menjaga
mari bertemu lagi disana,
didunia berbeda,
atau dunia ini setelahnya,
istirahatlah dengan meninggalkan semua,
trimakasih untuk segalanya
trimakasih untuk semua,
semoga Surga adalah tempat terbaik mama’ dan bapa’ ^,^





Alfatihah 
Budiono Bin Ponidi 

Halidah Binti Misra 

Comments

Popular Posts