Kisahku Kena Air Panas di Kaki 🔥🦶

 Hai, assalamualaikum semua. 👋


Aku ingin menceritakan kisahku karena habis kena air panas di kaki.

Hal ini bermula dari setiap pagi, kan memang aku selalu menyediakan air hangat untuk anak aku yang mau sekolah SD. Nah, hari itu, seperti hari-hari biasanya, aku membawa ceret isi setengah air mendidih ke kamar mandi.

Kebiasaanku memang sama, selalu membawa ceret air panas itu di tangan kanan dan mengambil air dingin dengan timba menggunakan tangan kiri.

Memang tidak boleh ditiru, karena seharusnya kita hanya boleh fokus membawa air panas saja atau menimba air dingin saja. ⚠️

Alhasil, saat aku mencoba di kedua tangan itu—yang satu pegang air panas dan satu mengambil air menggunakan timba—tanpa sadar tangan kanan sebelah kanan menggunakan atau memakai ceret itu terlepas dan terjatuh di lantai.

Aku reflek loncat dan air panas itu mengenai tumit dan telapak tangan kaki. Rasa perih yang luar biasa, rasa panas yang menjalar benar-benar dirasain. 😭🔥

Habis itu, aku berusaha untuk ngalirin air dingin ke tempat yang tadi terkena air panas, tapi bener-bener nggak kerasa apa-apa. Tetap kerasa panas dan pedih.

Akhirnya aku ngambil air, ditaruh di baskom, dan kuisi air dingin atau air es. Kurang rendam sekitar 10 menit dan baru terasa enak.

Kan saat itu posisinya adalah aku harus bekerja setelah 1 minggu izin sakit flu. Suami bekerja sekaligus mengantar anak.

Suami bilang, "Sudah, Bu, antar aja."

Karena biasanya aku menggunakan kendaraan sendiri.

Kubilang, "Ah, tidak masalah, Ayah. Ini hal yang biasa aja, nanti juga akan sembuh sendiri."

Karena jujur, perasaan kaki yang terkena air panas tadi itu benar-benar hilang karena air dingin tadi.

Suami berangkat, anak berangkat sekolah, aku juga mulai berangkat sendiri menggunakan kendaraan dari rumah. 🛵

Tapi sepanjang perjalanan aku berhenti 5 kali karena sangat-sangat ngerasa perih dan pedih di area yang tadi terkena air panas, terutama di bawah mata kaki.

Alhasil, pemberhentian terakhir di kelima itu dekat dengan salah satu rumah sakit swasta. Aku nggak kuat dan aku melipir ke sana.

Aku izin dengan bosku, menjelaskan bahwa habis terkena air panas, ada luka bakar dan saat itu sudah mulai terlihat adanya radang atau merah pada area luka bakar.

Bos menyarankan ke IGD saja, tapi aku sudah membayangkan kalau di IGD evaluasinya lama, bisa 6 zaman [perlu dicek], dan rasanya aku bukan kondisi gawat darurat.

Akhirnya aku ke poli. Aku bingung nih mau nentuin ke poli mana, apakah boleh kulit, boleh dalam, atau ke poli bedah. Hahaha. 😅

Alhasil, aku tanya ke ChatGPT dan akhirnya diarahkan ke poli bedah.

Mendaftar seperti biasa, kemudian di nurse station ditanya perawatnya, dilakukan tensi, dan kemudian menunggu dokter.

Saat dokter bedah datang, dilakukan anamnesis dan dilihat dari sekilas saja dokter bilang, "Wah, sudah mulai meradang ya, Bu. Itu sudah kemerahan."

Lalu dokter menyarankan untuk berbaring agar dokter bisa mengecek kaki, digoyang-goyang mungkin mau ngecek area tulang dan saraf, mungkin ya.

Kemudian beliau memegang sedikit area yang bekas terkena air panas tadi yang kemerahan tadi, dan itu luar biasa perihnya. 😭🔥

Kemudian dokter bedah menjelaskan kalau perkiraan luka bakar sekitar dua persen dan masuk di grade 2.

Aku agak lupa, tapi sepertinya beliau menjelaskan kalau luka bakar terkena air panas atau air mendidih itu langsung masuk di grade 2. Mungkin teman-teman yang paham bisa jelasin lebih jelas ya.

Kemudian diberikan resep obat. Ada tiga yang ditebus, yaitu ada salep Burnazin, antibiotik sefadroksil, dan juga obat nyeri Sinkronik. semuanya sesui resep dokter yaaaa








Karena aku menggunakan umum dan ini adalah salah satu rumah sakit swasta dengan tipe B, itu lumayan banget untuk biaya berobatnya, di sekitaran Rp700.000 sekian ( konsultasi dan obatnya) . 💸

tapi word it banget, hari senin pagi aq kena luka bakar m sorenya udah nyerinya berkurang jauh, yang alhamdulillahnya tidak ada isi air / tumbuh bula dibawah kulit , 
disaat aq menulis ini , hari rabu dan warna kulit jadi kehitaman, cuma area luka terbakar masih perih jika disentuh, masih beloman berani pake sepatu hihihi

Demikian cerita aku hari ini.

Terima kasih semua. Semoga yang sakit segera diberi kesembuhan, yang sehat tetap bisa menjaga kesehatannya dengan baik. ❤️

Bye-bye! 👋😊

Comments

Popular Posts